Mencicipi Masakan Chef Chandra Yudasswara

Sekali-kali memanjakan lidah dengan masakan mewah 😀

Acara masak-memasak di TV memang seringkali berhasil membangunkan selera makan. Buktinya, perut saya kadang suka bunyi saat menontonnya. Mulai dari Ibu Sisca Soewitomo dengan ciri khas jemarinya yang menggemaskan itu, sampai Chef yang memasak dengan lihai di acara Chef Table yang tayang di Net TV. Jujur, saya kadang skeptis apakah masakan mereka betulan lezat atau gimmick belaka. 🙂

Mumpung ada diskon, saya mengajak Fajrina (lagi) –semoga dia tidak kapok– untuk menemani makan di Portable Bite & Brew, restoran ini lumayan baru di Yogyakarta. Pendirinya adalah Chef Chandra Yudaswara, buat kamu yang belum kenal siapa beliau bisa kepo di sini ya.

Kebetulan saya dan Fajrina sudah siap untuk melahap makan malam yang sebenarnya terlalu awal. Energi kami sudah terkuras setelah bermacet ria di sepanjang Jalan Jend. Sudirman ditambah hujan deras lalu mobil kami kembali terjebak macet di Demangan. Sebenarnya menunya buwanyak tetapi saya hanya memotret halaman beverages –kamu bisa google-ing kalau ingin tahu menu-menu lainnya.

menu di Portable Bite & Brew. foto oleh penulis

Karena saya membeli dengan kupon diskon jadi menunya pun terbatas, pilihannya hanya Soto Daging Betawi, Dori Bakar Dabu-Dabu dan Ayam Goreng Rica-Rica. Saya memesan semuanya kecuali Soto Daging Betawi. Yumm! Menu yang dipesan pun diantar. Saya dan Fajrina sempat kagum. Harap maklum, kami biasa makan di rumah makan dengan harga yang cukup ramah dengan kantong. 😀
Deg-degan nih mau makan, rasanya nggak tega. Karena tampilan menu yang ada di hadapan kami benar-benar persis dengan yang ada di iklan. Selama ini seringnya foto di iklan dan kenyataan tak sejalan. Kali ini terbantahkan!

makan besar di Portable Bite & Brew. foto oleh penulis

Saya mencoba sambal dabu-dabunya, enak! Dori bakar dabu-dabu ini disajikan dengan nasi goreng yang menurut saya rasanya pas –tidak terlalu manis dan asin. Suapan kedua, nasi goreng dengan cuilan dori bakar dan dabu-dabu di atasnya. Rasanya menyatu, cita rasanya segar karena di irisan tomat yang ada di sambal dabu-dabunya. Pedasnya juga pas, tidak berlebihan. Sayangnya nasi gorengnya agak berminyak, tetapi dimaafkan kok. 🙂

Sedangkan menu Fajrina ada Ayam Goreng Rica-rica, bumbu ricanya enak. Cita rasanya rumahan banget dan disajikan dengan nasi yang dibungkus daun pisang, lalu ada kerupuk udang dan lalapan. Karena sepertinya ayamnya adalah ayam kampung jadi dagingnya sedikit dan apabila digoreng kering teksturnya jadi agak alot. Untuk kami yang biasa makan pakai tangan jadi kesulitan saat memakannya.

Untuk minumnya, masing-masing memesan Hot Tea. Saya sendiri memilih Camomile.

“Tehmu enak, lebih enak dari teh camomile di Ekologi” kata Fajrina.

Dua piring akhirnya tandas juga, saya buang rasa malu untuk mengais sisa makanan Fajrina –lebih baik malu daripada menyesal gara-gara menyisakan makanan (okay, ini tidak penting). Suasananya cukup mendukung untuk makan banyak, karena selama kami makan mereka memutar lagu-lagu terbaik Olivia Ong. Menurut Fajrina, interior dari Portable Bite & Brew ini cukup bagus namun kami kurang nyaman dengan mejanya yang menurut saya agak ketinggian. Entah.. mungkin kami yang kurang tinggi. 😀

Nggak susah untuk menemukan lokasi restoran ini, karena letaknya ada di tepi jalan. Namun lahan parkirnya saja yang terbatas dan agak curam. Jadi harus ada effort lebih untuk maju-mundurin kendaraan sementara harus fokus intip situasi di belakang lewat spion karena jalanan di depan restoran lumayan ramai.

Kalau dari segi harga, menu-menu di sini di atas rata-rata rumah makan di Yogyakarta ya. Namun itu semua memang sepadan dengan pelayanan dan cita rasa menu yang memang dibuat dengan penuh cinta oleh juru masak yang professional. Restoran ini cocok untuk momen-momen berharga dengan orang terkasih. Nggak direkomendasikan untuk kantong-kantong mahasiswa yang masih suka minta uang ke orangtua. :p

Kalau ditanya, apakah saya suatu hari nanti mau balik makan kesitu? Mungkin iya dan saya ingin mencicipi menu andalan dari Chef Chandra Yudaswara. Mau membuktikan lagi apakah betulan enak dan setara dengan harga yang ditawarkan. Hahaha. Tetapi harus nabung dulu sekian bulan supaya bisa makan di sini lagi tanpa ada sesal setelah keluar dari Portable Bite & Brew. Mudah-mudahan ada rejeki lebih ya jadi nggak harus nunggu berbulan-bulan. 😀

 


Rating :
Aksesibilitas — ♥♥♥♥♥♥ (6/10)
Harga — ♥♥♥♥♥♥♥ (7/10)
Kebersihan — ♥♥♥♥♥♥♥♥♥ (9/10)
Rasa — ♥♥♥♥♥♥♥♥ (8/10)
Suasana — ♥♥♥♥♥♥♥♥♥ (9/10)
Pelayanan — ♥♥♥♥♥♥♥♥♥ (9/10)
Skor : 8/10

“Disclaimer : Tulisan ini semata-mata untuk berbagi informasi dengan pembaca. Untuk penilaiannya subyektif berdasarkan sudut pandang penulis. 🙂 “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s