energen x rizky almira (4)

Masih Malas Sarapan?

Move on menuju kebiasaan yang lebih baik.

Perut begah, rasanya seperti kembung dan terus bersendawa. Kalau sudah parah, bagian tertentu di perut terasa nyeri. Gejala-gejala itu yang saya alami ketika asam lambung mulai naik. Nggak hanya itu, setelah kelar makan kalau maag sedang kambuh bukannya kenyang justru harus menahan sakit di bagian perut. Saya menderita maag dan gangguan asam lambung sudah sejak lama, puncaknya adalah ketika duduk di bangku kuliah. Pola hidup yang berantakan ditambah makan yang ngawur membuat kedua penyakit itu semakin betah tinggal di tubuh saya.

Saking sibuknya dengan banyak kegiatan kadang memaksa saya tidur larut malam. Kemudian bangunnya kesiangan, akhirnya melewatkan sarapan. Keadaan itu membuat saya sering merasa sangat lapar sebelum jam makan siang lalu tergoda untuk makan apa saja yang ada di hadapan. Saya jadi kurang peduli apakah makanan yang saya lahap itu baik atau justru kurang cocok dengan perut saya yang sensitif.

energen PSN competition
ketiduran. foto oleh penulis

Kebiasaan buruk itu masih eksis sampai saya benar-benar tumbang dan harus beristirahat total. Karena harus meminum obat secara teratur, mau tidak mau harus mengubah kebiasaan. Saya membiasakan untuk tidak melewatkan sarapan di bawah jam 9 pagi. Begitu juga dengan makan siang dan malam yang sama pentingnya.

Saat belanja bulanan, saya menganggarkan khusus membeli bahan makanan untuk sarapan. Segala penganan saya coba dan mengonsumsinya selang-seling supaya nggak bosan. Mulai dari bikin roti lapis, buah potong, sereal & susu yang praktis seperti Energen. Nggak ada waktu buat menyiapkan sarapan bukan lagi alasan untuk skip makan pagi. Saya biasanya menyeduh Energen karena praktis. Cukup rebus air panas atau pakai air panas dari dispenser, bim sala bim ala kedabra! jadilah dan tinggal seduh. Saya paling suka dengan rasa kacang hijau karena rasanya yang menurut saya paling cocok karena nggak terlalu manis. 🙂

energen x rizky almira (4)
sarapan dengan energen. foto oleh penulis

Apa saja sih benefit setelah nggak melewatkan sarapan? Buwanyak. Pertama, intensitas kambuhnya maag maupun gangguan asam lambung jadi berkurang. Karena salah satu penyebab penyakit tersebut adalah pola makan yang kurang teratur ditambah makanan yang dilahap seringnya sembarangan.

Kedua, nafsu makan saya lebih terkontrol sehingga berat badan saya stabil. Ketika saya melewatkan sarapan, pastinya saya ingin makan lebih banyak sebelum atau saat makan siang. Semuanya ingin saya lahap untuk balas dendam karena saking laparnya atau merasa bersalah sudah melewatkan sarapan. Makan yang berlebihan itu berpengaruh pada kenaikan berat badan saya.

Ketiga, saya jadi lebih happy. Sarapan bisa meningkatkan mood saya dan lebih kuat untuk menghadapi rutinitas seharian. Tentu mood yang bagus bisa membuat saya lebih produktif, performa di hari itu menjadi lebih optimal. Selain itu mood yang bagus akan berpengaruh ke lingkungan sekitar, suasana jadi lebih positif.

energen x rizky almira
happy karena energen. foto oleh penulis

Keempat, saya jadi lebih konsentrasi menyelesaikan daily task di kantor. Karena nggak terganggu dengan perut yang keroncongan sebelum makan siang karena melewatkan sarapan. Sebelumnya, kalau nggak sempat sarapan pasti –sangat– merasa lapar dan perut berkali-kali keroncongan. Mau nggak mau pikiran melayang memikirkan sekaligus membayangkan makanan enak yang ingin dibeli untuk makan siang sebagai balas dendam saking laparnya. Akhirnya konsentrasi terpecah.

Kelima, saya merasa jadi jauh lebih fit dibanding sebelumnya –yang seringkali melewatkan sarapan. Ketika sarapan, saya mengonsumsi makanan yang tidak terlalu berat namun cukup memberi nutrisi untuk tubuh. Daya tahan tubuh menjadi stabil dan jadi nggak gampang sakit. 🙂

energen x rizky almira (3)
lebih fit. foto oleh penulis

Setelah merasakan buwanyak manfaat dari sarapan sebelum jam 9 pagi, saya pun berpikir

“Kenapa nggak dari dulu sih ngebiasain buat sarapan?”

Dasar manusia ya, terkadang harus merasakan sakit dulu baru mau mengubah kebiasaan hidup jadi lebih baik. Saat masih sehat, sarapan dianggap sepele karena merasa baik-baik saja. Kalau sudah merasakan maag dan gangguan asam lambung yang semakin parah baru tahu rasa. 😀

Ternyata sarapan memberi dampak yang luar biasa untuk harimu. Saya sudah membiasakan sarapan sebelum jam 9 pagi nih, bagaimana dengan kamu? 🙂
Jangan lupa ajak orang-orang di sekitarmu untuk nggak melewatkan sarapan sebelum jam 9 pagi. Apa salahnya menjaga kesehatan supaya bisa menua bersama. hehe

 

 


Karya ini ditulis untuk mengikuti “BLOGGING COMPETITION – PEKAN SARAPAN NASIONAL 2018 #EnergenPSNCompetition” 🙂

 

2 thoughts on “Masih Malas Sarapan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s