community economic impact

Yakin Bisa Hidup Tanpa Kertas?

Hidup tanpa kertas, terasa hampa bagai minuman tanpa gula.

“Nanti temenin aku ya?”

“Kemana?” tanya saya.

“Beli roti di kedai kebun..” jawab teman saya.

Sesampainya di kedai tersebut, roti yang dicari masih tersedia. Pemilik kedai sempat bertanya apakah kami membawa wadah sendiri. Nggak ada rencana sebelumnya jadi kami kurang persiapan. Akhirnya roti dibungkus dengan kertas yang diklaim ramah lingkungan. Kedai roti tersebut sering banget menghimbau pelanggan untuk membawa wadah sendiri, tujuannya mengurangi penggunaan kertas maupun plastik yang dinilai berpotensi menambah banyaknya sampah dan bisa merusak lingkungan.

Tidak hanya kedai roti, ada juga pihak lain yang menggalakkan kampanye serupa. Saya jadi ikut-ikutan buat ngurangin penggunaan kertas dan teman-temannya, termasuk tisu. Namun suatu hari saya malah menemukan fakta yang sangat mengejutkan.

Mengurangi Pemakaian Kertas dengan Beralih ke E-book

Sebelumnya saya rajin menyisihkan uang khusus membeli buku yang wajib dibaca tiap bulan. Seorang teman kerja mengenalkan saya pada kebiasaan baru membaca buku-buku yang bisa diakses melalui gawai. Cukup membeli akun premium yang tidak lebih dari 100ribu, saya bisa akses buku dengan penerbit tertentu.

Saya berpikir bahwa kebiasaan baru ini membuat saya turut berkontribusi menekan jumlah penggunaan kertas untuk buku. E-book membuat hidup lebih praktis karena mudah dibawa dan dibaca di manapun. Selain itu rak buku tidak akan penuh. Namun ternyata membaca lewat e-book juga tetap memberi dampak buruk terutama bagi kesehatan. Membaca e-book terlalu lama bisa bikin sakit kepala dan penglihatan jadi kabur.

Sebaliknya, membaca dan membolak-balikkan halaman bisa membantu mempermudah dalam proses belajar dan pemahaman.

reading paper screens
facts about reading paper screens. source: theforestryeduportal.com
Digitalisasi Dokumen

Tahun lalu saya mencoba peruntungan dengan mendaftar CPNS. Proses pendaftaran mengharuskan saya membongkar arsip data seperti kartu keluarga, ijazah dan lain-lain. Semuanya berbentuk lembaran kertas. Mungkin beberapa tahun yang akan datang semua arsip itu akan berbentuk digital kali ya karena seiring perkembangan zaman. Namun menurut saya, saat ini kertas masih jadi alternatif paling utama sebagai medium arsip data.

Kenapa? karena arsip data yang disimpan secara digital justru rawan diretas oleh oknum yang kurang bertanggung jawab dan khawatirnya disalahgunakan. Arsip fisik bisa dijadikan sebagai cadangan apabila terjadi error pada sistem yang mengakibatkan hilangnya sebagian data.

hacker oleh rizky almira
hacker. source: mirror.co.uk
Mencatat Sampai Menggambar di Gadget

Menulis tangan mungkin sudah dianggap ketinggalan zaman. Era semakin canggih bisa mencatat di gadget, masih mau saja mencatat di bloknot. Eh.. jangan salah! Ternyata manfaat menulis tangan tidak terganti dengan mengetik.

Dilansir dari nationalgeographic.co.id, jurnal Psychological Science menjelaskan bahwa menulis dapat meningkatkan kinerja otak, membantu proses pemahaman dan menguatkan daya ingat. Ada juga yang menjelaskan bahwa menulis tangan bisa meningkatkan daya kreativitas. Kebiasaan saya adalah mengambil beberapa kertas PaperOne untuk menggambar sesuatu atau mencatat ide-ide baru. Padahal kertas PaperOne yang ada ditumpukan meja adalah kertas yang sediakan untuk print sesuatu.

drawing. source: boredpanda.com
drawing. source: boredpanda.com
Mengurangi Penggunaan Kertas = Menyelamatkan Bumi

Kalimat di atas tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya salah. Sebelum berkoar tentang hal itu alangkah baiknya menelusuri kebenaran atau faktanya. Saya membaca data bahwa pohon yang digunakan sebagai bahan baku kertas adalah yang berusia tua. Pohon tua kurang maksimal dalam menyerap karbondioksida. Maka setelah dilakukan penebangan pohon tua, produsen melakukan reboisasi.

Saya membaca di situs April Group sekilas dan jadi lebih paham tentang kegiatan-kegiatan mereka. Khususnya PT.RAPP yang melibatkan warga sekitar untuk menjaga lingkungan. Membekali mereka dengan keterampilan khusus untuk mengolah lahan. Selain itu PT. RAPP juga menyediakan beasiswa sebagai salah satu program CSR perusahaan.

community economic impact
community economic impact. source: aprilasia.com

 

Setelah tahu beberapa fakta tentang penggunaan kertas, saya pun bisa mengambil pelajaran untuk tidak mudah terbawa arus. Saya harus menelusuri segala sesuatunya, harus mau baca data daripada hanya ikut-ikutan saja tetapi tidak tahu keadaan sebenarnya. Kesimpulan saya, penggunaan kertas tidak sepenuhnya merusak lingkungan. Karena kertas juga memiliki dampak yang baik, untuk kita, mereka dan bumi.

Menggunakan kertas boleh saja tapi jangan sampai berlebihan. Jadilah konsumen yang cerdas dan bijak. 🙂

 

 

 


Karya ini ditulis untuk mengikuti “BLOG REVIEW COMPETITION –  #WorldChallenge8” oleh World of Forestry Indonesia 🙂

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s