teh dan roti kasur di kebun roti. foto oleh penulis

Ada Kebun Roti di Cono Gelateria

Cemal-cemil yang tetap bikin sehat.

Masih ingat banget dulu pertama kali tahu tentang Kebun Roti dari seorang teman kantor. Dia doyan banget beli rotinya sambil mengajak yang lain ikutan beli. Katanya roti yang dijual sehat banget alias gluten free dan pakai bahan-bahan alami. Secara teman saya yang satu itu paling anti sama makanan yang mengandung terigu dan pola makannya sehat pol.

Awalnya saya B aja sih sama Kebun Roti itu, enggak tahu kenapa sejak diajak teman kantor yang satunya buat mampir Cono Gelateria lalu bungkus beberapa roti buat makan malam dan sahur terus jadi pengin kesana lagi dan lagi. Emang ya yang namanya cinta itu bisa aja cara datangnya. Pertama ketemu biasa saja, eh setelah kenal lebih jauh jadi kesengsem. Ups.. 😀

Cono Gelateria dan Kebun Roti ini tempatnya gabung dan punya dua lantai. Menunya banyak dan saya belum mencoba semuanya sih, paling tidak ada beberapa menu andalan mereka yang sudah pernah saya coba. 🙂

menu di cono gelateria x kebun roti. foto oleh penulis
menu di cono gelateria x kebun roti. foto oleh penulis

Untuk gelato, saya pernah coba –kalau nggak salah– coklat dengan dicampur brownis. Rasanya enak, tidak terlalu manis dan cocok sama lidah saya. Harganya mulai 15ribuan per scoop. Enaknya di sini mereka menyediakan pilihan gelato yang ramah buat para vegetarian. Cono Gelateria juga menyediakan es krim buah dengan banyak pilihan rasa lho –tapi saya belum pernah coba :-p .

Kalau minumannya, saya pernah memesan beberapa teh. Terakhir kali mencicipi teh naga, teh legenda dari daerah Malang Jawa Timur yang aromanya khas banget. Penyajiannya pakai poci lengkap dengan tiga cangkir. Salah satu cangkir di isi sama gula batu. Rasanya seperti teh naga pada umumnya. Sayangnya cuma satu sih, potongan gula batunya besar-besar jadi yang nggak suka manis seperti saya ini agak kesusahan kalau ingin menambahkan gula suedikiit saja. 😦

teh dan roti kasur di kebun roti. foto oleh penulis
teh dan roti kasur di kebun roti. foto oleh penulis

Selain teh naga, juga banyak kok varian teh lainnya yang khusus didatangkan dari daerah lain. Ada juga teh yang dibuat dari bunga seperti camomile tea.

Nggak lengkap rasanya menyeduh teh atau kopi tanpa kudapan. Terakhir kali kesana saya memesan roti kasur yang ternyata isinya coklat dan potongan kasar kacang.

roti kasur isi coklat - kebun roti. foto oleh penulis
roti kasur isi coklat – kebun roti. foto oleh penulis

Jujur banget, saya sebenarnya pengin pesan cheeseburger vegan pizza. Ternyata stok kosong dan varian pizza tinggal yang carbonara pizza. Saya butuh sesuatu yang gurih-gurih dan sempat minta advice sama shopkeeper lalu disarankan pilih roti kasur tetapi… ternyata rasanya masih kemanisan buat saya. 😦

Kiatnya kalau pengin beli roti di sana harus datang lebih awal, semakin malam semakin sedikit stok roti yang tersisa. Roti tersedia pada sore hari sampai malam. Menurut saya roti-rotinya punya cita rasa yang khas, mulai dari pizza sampai sourdough. Apa ya.. mungkin karena mereka pakai bahan-bahan yang sehat dan ragi alami, jadi itu yang bikin rasanya beda. Tekstur dan rasa roti mereka hampir mirip roti gandum.

Menu mereka yang wajib dicoba cheeseburger vegan pizza sama sourdough. Kedua menu itu yang stoknya sering kosong karena sudah laku semua ketika mampir. Fyisourdough ini bentuknya seperti roti tawar yang belum diiris tipis. Rasanya hambar dan ada rasa asam gitu. Meskipun teksturnya nggak selembut roti terkenal yang tersedia di berbagai swalayan tetapi kalau dimakan sama selai apalagi dipanggang dulu juga nggak kalah enak kok. Kamu wajib mencobanya! 😀

Kalau lihat foto di atas, terlihat ada rak buku kan? Betul, di lantai dua selain bisa duduk menikmati makanan yang dipesan, kamu juga bisa pinjam buku buat dibaca. Koleksinya ada beberapa komik dengan seri lengkap, novel dan buku pengembangan diri.

cono gelateria x kebun roti. foto oleh penulis
cono gelateria x kebun roti. foto oleh penulis

Cono Gelateria cocok sebagai tempat mengungsi buat mengerjakan sesuatu. Soalnya di lantai atas tidak segaduh di lantai bawah. Sayangnya masing-masing meja tidak tersedia stopkontak. Satu lagi, parkirnya terbatas jadi kalau bawa kendaraan seperti roda 4 kadang bingung mau parkir di mana. Meskipun begitu, saya tetap suka kedai ini. 🙂

 

 


Rating :
Aksesibilitas — ♥♥♥♥♥♥♥♥ (8/10)
Harga — ♥♥♥♥♥♥♥♥ (8/10)
Kebersihan — ♥♥♥♥♥♥♥♥♥ (9/10)
Rasa — ♥♥♥♥♥♥♥♥ (8/10)
Suasana — ♥♥♥♥♥♥♥♥ (8/10)
Pelayanan — ♥♥♥♥♥♥♥♥♥ (9/10)
Skor : 8,3/10

“Disclaimer : Tulisan ini semata-mata untuk berbagi informasi dengan pembaca. Untuk penilaiannya subyektif berdasarkan sudut pandang penulis. 🙂 “

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s