lumpia ayam. foto oleh penulis

Antrinya Lumpia Samijaya

Seenak apa sih rasa lumpia samijaya?

“Kalau tante suka lumpia yang ada di jalan Malioboro itu lho, Kik.” kata Mama salah seorang teman.

“Di sana tuh harganya murah, enak, terus yang bikin beda acarnya itu. Tante sama Om suweneng banget wis kalau jalan-jalan ke Malioboro pasti mampir beli lumpia.” tambahnya.

Saya cuma bisa membayangkan makan lumpia saat Mama salah satu teman saya bercerita tentang lumpia Samijaya yang ada di Jalan Malioboro. Jujur, saya yang sudah tinggal bertahun-tahun di Jogja malah belum pernah mencicipi lumpia Samijaya. Sejak saat itu saya jadi tergoda buat mencobanya.

Usaha pertama buat beli lumpia samijaya gagal, karena saya kurang tahu lokasinya. Saya hanya mengandalkan insting dan sisa ingatan tentang petunjuk arahnya. Usaha kedua juga gagal karena meskipun sudah meminta bantuan Google Maps tetap saja enggak berhasil menemukannya. Gara-gara hujan yang sulit ditebak, bikin saya terpaksa berteduh di daerah Malioboro. Saya memutuskan untuk memarkir motor di gang sebelah Kantor Gubernur D.I. Yogyakarta untuk berteduh sebentar.

Beruntung hujan pun reda, saya dan Fajrina memilih untuk berjalan kaki ke arah hotel Mutiara. Tidak jauh dari situ, ada gerobak lumpia Samijaya. Akhirnya ya, usaha ketiga mencari lumpia ini berhasil.

lumpia samijaya jogja. foto oleh penulis
lumpia samijaya jogja. foto oleh penulis

Kami sampai di lokasi sekitar pukul 5 sore, eh…lumpianya belum ada yang digoreng. Kurang tahu Samijaya ini baru buka atau memang baru mulai goreng lumpia. Meskipun begitu, pelanggan tetap rela menunggu dengan duduk berjejer di sekitar gerobak. Kalau sudah ramai, segeralah memesan lumpia. Nanti penjual akan mencatat jumlah pesanan dan nama pemesan.

pilihan lumpia samijaya. foto oleh penulis
pilihan lumpia samijaya. foto oleh penulis

Pilihan lumpia di sana ada 2, lumpia ayam dan spesial. Beda dari kedua varian adalah tambahan telur puyuh. Saya memesan lumpia ayam, karena sedang mengurangi telur puyuh. Takut kolesterolnya naik. Satu-satunya tantangan saat ingin mencicipi lumpia ini pas menunggu dipanggil buat ambil pesanan. Beruntung cuaca cukup adem jadi enggak kegerahan.

lumpia samijaya. foto oleh penulis
lumpia samijaya. foto oleh penulis

Yay! Nama saya pun dipanggil, 2 lumpia ayam pesanan saya sudah selesai digoreng. Sesuai dengan cerita Mama teman saya, lumpia Samijaya berbeda dengan lumpia lainnya yang pernah saya coba di Jogja. Samijaya menyediakan acar bawang, benar-benar bawang yang dicincang halus banget dan diberi cuka. Pas dimakan sama lumpia bikin cita rasanya lebih kaya. Asli!

Sabar ya, tunggu lumpia agak dingin baru kunyah pelan-pelan. Supaya kamu bisa menikmati rasanya dan enggak bikin lidah terbakar. 😀
Ohya, lumpia Samijaya ini isinya bukan rebung seperti lumpia Semarang dan lumpia lainnya. Isinya adalah sayur yang terdiri dari toge, wortel, potongan daging ayam yang tumis bersama bumbu. Kulit lumpianya cukup renyah dan tidak terlalu berminyak. Rasa dari isi lumpia cenderung manis, karena makannya pakai acar bawang jadi lebih gurih. Lebih enak dilahap dengan gigitan cabai rawit. Uwenak tenan!

lumpia ayam. foto oleh penulis
lumpia ayam. foto oleh penulis

Kalau ingin makan di tempat, Samijaya enggak menyediakan tempat duduk apalagi meja ya. Kamu tetap bisa duduk santai dengan memanfaatkan bangku-bangku tersedia di depan lapak –selama ada tempat yang masih kosong. Suasana di sekitar Samijaya ini ramai, banyak orang lalu lalang. Namanya juga kawasan wisata.

Menurut saya, harganya juga agak di atas rata-rata dari harga lumpia di tempat lain. Lumpia yang dijual di kawasan Jalan Solo saja dengan harga Rp 3,000 – Rp 4,000 sudah bisa dapat 1 lumpia dengan ekstra tertentu. Ukuran lumpia di Jalan Solo pun lebih besar. Kalau ingin mampir ke Samijaya, kiatnya adalah pakai baju yang menyerap keringat. Terus kalau bisa bawa minum dan tisu sendiri. 🙂

Ohya, kalau mampir njajan kesini dapat bonus foto menawan lho. Kayak Fajrina yang mendadak ketagihan buat dipotret setelah tahu hasilnya enggak jelek amat. Sampai pelanggan lain heboh sama kehadiran Baim Wong, kami tetap sibuk foto di sebelah Samijaya dong. Di sebelah gerobak Samijaya ada spot yang lumayan bagus buat foto. Latarnya tanaman hijau yang rimbun gitu.

obat bosan. foto oleh penulis
obat bosan. foto oleh penulis

Wagelaseh. Kalau ditanya mau balik buat beli lumpia, saya pasti akan jawab iya! Kalau kamu punya rekomendasi lumpia enak di Jogja, boleh lho kasih tahu di kolom komentar. 😀

 

 

 


Rating :
Aksesibilitas — ♥♥♥♥♥♥♥♥ (7/10)
Harga — ♥♥♥♥♥♥♥♥♥ (9/10)
Kebersihan — ♥♥♥♥♥♥♥♥♥ (9/10)
Rasa — ♥♥♥♥♥♥♥♥ (8/10)
Suasana — ♥♥♥♥♥♥♥♥ (8/10)
Pelayanan — ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥ (10/10)
Skor : 8,5/10

“Disclaimer : Tulisan ini semata-mata untuk berbagi informasi dengan pembaca. Untuk penilaiannya subyektif berdasarkan sudut pandang penulis. 🙂 “

 

6 thoughts on “Antrinya Lumpia Samijaya

  1. Ada lagi lumpia yang pakai cocolan bawang kayak gini. Lokasinya di utara perempatan dongkelan, pas lampu merahnya depan dealer motor (????). Endolitababanerooo dan lebih murah. Tp emg rasanya ga seenak samijaya tp tetep worth to try 💕💕💕

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s