nasi langgi! foto oleh Rizky Almira

Nasi Langgi Pak Man

Nasi rames khas Solo dengan pilihan lauk pedas. Penasaran?

“Makan malam apa, Yik?” tanya saya.

“Enggak tahu, Mba.” jawab Ayik.

Selang puluhan menit.

“Mba, kamu mau makan apa nanti?” ia bertanya balik.

“Enggak tahu. Eh, makan di sono yuk.” jawab saya sambil menunjuk arah barat.

“Di manaa?”

“Di nasi langgi..” jawab saya sambil nyengir.

Pekerjaan rampung. Saya mulai berkemas sambil menunggu Dindin dan Mufi. Sebenarnya pilihan buat makan malam buwanyak banget, saking buwanyak jadi bingung mau makan apa. Kebetulan saat itu tercetus buat makan nasi langgi Pak Man. Kamu sudah tahu nasi langgi belum? 😀

Nasi langgi sebenarnya kuliner khas Solo, cita rasanya mirip nasi uduk namun dari segi resep pembuatannya agak berbeda. Kalau dari hasil google-ing  sih nasi langgi ini dulu hidangan mewah dan biasa disantap oleh keluarga keraton, karena biasanya lauknya daging-dagingan seperti empal. Terus Pak Man punya ide buat modifikasi dikit nasi langginya supaya bisa dinikmati semua orang.

patokan kaki lima nasi langgi Pak Man. foto oleh Rizky Almira
patokan kaki lima nasi langgi Pak Man. foto oleh penulis

Ohya, nasi langgi Pak Man cukup terkenal di Yogyakarta. Petunjuk lokasinya adalah persis di seberang UFO Jalan Magelang. Lapaknya sendiri ada di depan pertokoan dan buka mulai sore sekitar jam 5 sampai habis. 🙂

Enggak usah tanya Pak Man ini sepi atau ramai. Karena jawabannya selalu ramai. Buktinya ada pada foto di atas. Terpampang nyata motor pelanggan yang berderet rapi. Belum lagi mobil yang parkir sepanjang jalan. Foto di bawah ini juga terlihat bagaimana suasana di lapaknya Pak Man.

ramainya nasi langgi Pak Man. foto oleh Rizky Almira
ramainya nasi langgi Pak Man. foto oleh penulis

Saya pun ikut antri mengular dengan pelanggan lain. Kiatnya kalau kesini jangan pas laper banget sih, supaya kamu enggak mudah terpancing emosi gara-gara antri lama atau hal lainnya. Setelah pesan nasi, penjual akan menatanya di atas etalase sesuai antrian.

Nah, di dalam etalase ada pilihan lauk pedas nih. Mulai dari ayam cabai ijo, oseng usus ayam, oseng teri sampai oseng pedas daun pepaya juga ada. Wagelaseh!

“Lanjut!” teriak si Mba penjual.

“Terus!” teriaknya lagi.

“Terus!” teriaknya lagi.

Pas pertama kali kesini agak kaget lihat si Mba penjual teriak-teriak begitu ke pembeli. “Wah, penjualnya galak beut nih.” batin saya. Tapi kalau dipikir-pikir, si Mba capek juga kali ya berdiri terus ambil sesendok demi sesendok ke piring pelanggan. Antrinya juga luar biasa.

Saya memilih lauk, oseng bihun, oseng daun pepaya, oseng usus dan oseng teri. Ditambah dua gorengan, martabak mini bentuknya mirip samosa dan tahu isi.

nasi langgi! foto oleh Rizky Almira
nasi langgi! foto oleh penulis

Sukanya makan di nasi langgi Pak Man adalah kita bisa memilih lauknya sesuai selera. Terus nasinya juga masih hangat. Suapan pertama saya adalah nasi dan potongan usus yang sudah dimasak pedas. Uwenak!

Oseng daun pepaya pun lumayan enak. Oseng teri juga lumayan enak. Bihunnya cukup enak. Favorit saya adalah oseng ususnya, pedas dan nikmat. Sangat cocok kalau disantap dengan nasi putih yang hangat. Namun menurut saya cita rasa lauk-lauknya cenderung manis, mungkin karena ini masakan orang Jogja kali ya. Ups, kalau ini personal preference ya. Jangan dibayangkan nasi langgi Pak Man rasanya gurih ya, karena nasi langgi di Pak man adalah nasi putih biasa.

Kurang rasanya kalau menyantap nasi langgi tanpa ditemani gorengan. Pilihan saya adalah tahu isi dan martabak mini itu. Saya lebih suka dengan tahu isinya sih, rasa gurihnya pas. Seporsi nasi langgi yang saya pesan tadi cuma bayar Rp 9,000. Itu aseli murah banget!

Bisa makan enak, kenyang dengan harga yang cukup murah itu rasanya bahagia banget. Sayangnya satu sih, saya kurang nyaman dengan bau semriwing yang kadang tercium saat makan. Ya namanya juga amigos (agak minggir dot sedikit). Kiat buat kamu yang mau makan di sana mending bawa minum sendiri, uang yang seharusnya buat bayar es teh atau jeruk bisa dipakai buat bayar parkir. 😀

 

 

 

 


Rating :
Aksesibilitas — ♥♥♥♥♥♥♥♥ (8/10)
Harga — ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥ (10/10)
Kebersihan — ♥♥♥♥♥♥♥♥ (8/10)
Rasa — ♥♥♥♥♥♥♥♥♥ (9/10)
Suasana — ♥♥♥♥♥♥♥♥ (8/10)
Pelayanan — ♥♥♥♥♥♥♥♥ (8/10)
Skor : 8,5/10

“Disclaimer : Tulisan ini semata-mata untuk berbagi informasi dengan pembaca. Untuk penilaiannya subyektif berdasarkan sudut pandang penulis. 🙂 “

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s