packing barang di ransel. foto oleh rizky almira

Trik Packing Barang di Ransel

Ssstts.. Saya mau bagi rahasia saat packing barang nih!

“Bawaannya Mba Kiki paling dikit banget sih!”

atau

Gils, seminggu bawa barangnya segitu doang.”

Setiap kali jalan-jalan atau ada business trip dari kantor, sering kali barang saya adalah yang paling ringan dan sedikit dibanding barang teman-teman lainnya. Paling saya hanya bawa daypack dan ransel ukuran sedang untuk laptop. Malah ada teman yang bawa koper segala, belum ransel untuk laptop dan snack. 😀

Jujur saja, dulu saya juga kalau jalan-jalan packing barangnya bisa berjam-jam dan jatuhnya buwanyak banget barang yang dibawa. Khawatir kalau kehabisan baju lah, underwear lah. Over worried as always. Paling parah sih backpacking pertama kali sama teman-teman kuliah, saat itu kami pergi ke Bali. Saking insecure bakal kekurangan uang saku dan kelaparan, saya inisiatif bawa magic com kecil yang biasa dimiliki anak kos. Iya, benar-benar magic com terus saya taruh di ransel saya. Baju yang dibawa sih dikit, soalnya magic com sudah makan setengah ransel.

Bodohnya enggak bawa beras dari Surabaya, berniat beli beras waktu sampai Kuta dan memasak nasi di homestayhahaha. Teman lainnya malah ada yang bawa heater atau pemanas elektrik koleksi anak kos. Kenyataannya, di Bali malah enggak masak nasi. Kami malah masak mi instan. Gimana nasib magic com? Sama sekali enggak terpakai.

Pengalaman di perjalanan berikutnya, saya pernah bawa setrika. Serius deh, kalau teringat jaman dulu bikin ketawa-ketawa sendiri sekaligus malu. Buat apa coba bawa setrika segala? Saking khawatirnya baju-baju yang dibawa jadi kusut. Padahal pakai baju kusut apa enggak toh paling juga enggak ada yang peduli. 😀

Nah, belajar dari pengalaman, pelan tapi pasti saya mulai bisa packing sesederhana mungkin. Saya punya trik packing barang di ransel nih.

Sesuaikan barang bawaan dengan destinasi

Biasanya saya memilih baju dengan menyesuaikan destinasinya. Enggak mungkin dong kalau saya mau main ke pantai bawa jaket tebal? Atau mau hiking ke wisata air terjun tetapi baju yang dibawa kayak baju yang dipakai buat ke Mall. Deuh!
Saya seringnya bawa kaos polos tiap kali traveling. Selain tidak terlalu tebal, mudah untuk dilipat dan bisa cocok dengan bawahan apapun selama warnanya netral. Misalnya ke pantai tinggal bawa baju ganti celana pendek. Kalau mau ke gunung, bisa bawa outer tambahan dan celana panjang biar tidak kedinginan.

Trik saya sebelum packing adalah menyusun list jumlah baju yang kemungkinan dipakai. Dijamin bawaan enggak akan tersisa. Pas awal-awal suka jalan-jalan, ada saja baju yang sisa atau baju yang bersih namun belum sempat dipakai. Prinsipnya mending kekurangan baju daripada kelebihan. Kalau kurang tinggal laundry atau beli lagi. 😀

packing barang di ransel oleh rizky almira
packing barang di ransel. foto oleh penulis

Utamakan bawa travel kit

Paling esensial adalah perlengkapan mandi dan skin care yang enggak boleh ketinggalan. Sekarang saya memanfaatkan pouch berukuran sedang yang didapat secara gratis setelah menginap di hotel tertentu. Ada juga pouch yang sengaja saya beli buat wadah skin care. Tujuannya sederhana yakni mengelompokkan barang supaya lebih mudah ditemukan di ransel.

Terus saya lebih suka menggunakan kemasan isi ulang dengan kapasitas maksimal 100ml. Saat belanja bulanan pun saya lebih senang memilih keperluan seperti body lotion, obat kumur dan lainnya dalam ukuran mini. Supaya enggak repot mindahin ke wadah kecil apabila mendadak jalan-jalan atau akan bepergian jauh. Tentunya biar hemat tempat, selain praktis –semua orang juga sudah tahu kali, Kik. 😀

travel kit ala Airy oleh rizky almira
travel kit ala Airy. foto oleh penulis

Wajib menggunakan plastik seal

Sebelumnya setelah melipat dan menggulung baju, saya tumpuk begitu saja di dalam ransel. Kadang bsia tetap rapi, ada kalanya juga baju jadi makin kusut. Suatu hari saya melihat Yegu –teman sekantor– yang melipat bajunya sedemikian rupa kemudian ia masukkan ke dalam plastik seal. Saya jadi terinspirasi dan berpikir “kenapa baru kepikiran sekarang ya?” 😀

Baju yang dikemas dalam plastik seal menjadi lebih kempis dan menghemat ruang di dalam ransel. Fungsinya hampir sama seperti kemasan vakum. Plastik seal mudah ditemukan dan tersedia di toko plastik seantero dunia –selama persediaan masih ada. :-p
Ada toko plastik yang menjual secara eceran, ada pula toko yang mengharuskan kita beli plastiknya satu pak. Kalau ada yang jual satuan beli yang itu saja, soalnya lumayan mahal kalau beli satu pak. Lama pula habisnya, karena saya memakai plastiknya lebih dari sekali selama kondisinya masih baik. Hemat, bos! 😀

plastik seal oleh rizky almira
plastik seal. foto oleh penulis

Asah skill seni melipat

Kemampuan melipat baju saya terasah gara-gara sering bepergian jauh. Awalnya saya kurang lihai melipat baju, eh.. baju yang dilipat seadanya malah membuat isi ransel jadi semakin penuh. Akhirnya saya kepo di Youtube tentang tutorial melipat baju. Saya pun mencoba mulai dari teknik gulung kecil sampai melipat ala Marie Kondo. 😀

Dari semua teknik melipat itu saya cocok dengan cara Marie Kondo karena selain simple juga baju-baju jadi rapi dan enggak gampang kusut apalagi berantakan. Saya beri contoh cara melipat celana dalam ala Marie Kondo ya. Caranya cukup sederhana kok. Sebelumnya saya asal lipat dan gulung akhirnya malah merusak kolor –jadi melar, gaes. Hahaha.

teknik melipat terinspirasi dari Marie Kondo oleh rizky almira
teknik melipat terinspirasi dari Marie Kondo. foto oleh penulis

 

Nah itu tadi rahasia saya dalam packing barang di ransel. Duh, ngomongin trik packing jadi kangen jalan-jalan lagi. Gimana nih? 😦
Selain trik di atas saya mengupayakan selalu menyusun daftar barang-barang yang akan dibawa, jadi membantu untuk berkemas lebih cepat, lebih teliti dan enggak perlu khawatir ada barang yang tertinggal.

Berkemas adalah bagian paling menantang. Karena kamu harus menentukan barang mana yang akan kamu bawa dan mana yang harus kamu tinggal. Seperti menjalani kehidupan ini, ada yang perlu disimpan sebagai pegangan dan ada juga yang hanya layak dikenang sebagai bagian cerita bahagiamu. Eaa.. kok jadi malah sok wise.

Kalau kamu ada trik khusus saat berkemas enggak? Kasih tahu dong. Plis.. hehe

11 thoughts on “Trik Packing Barang di Ransel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s