Yay! Makanannya tiba. foto oleh penulis

Meramaikan HARKULNAS 2018

Pesta kuliner besar-besaran yang dilayani oleh GO-FOOD

Saya menatap keluar jendela, berharap kereta bergerak meninggalkan Stasiun Delanggu. Seharusnya pukul 15.35 WIB saya sudah menginjakkan kaki di Stasiun Yogyakarta, tetapi karena ada kerusakan pada lokomotif mau tak mau harus menunggu bantuan kiriman lokomotif dari Yogyakarta. Menunggu dan menunggu. Saya sudah sangat bosan. Hampir jam 5 sore namun masih belum ada tanda-tanda kereta akan berangkat.

Jadwal saya jadi berantakan. Akhirnya setelah harap-harap cemas, saya pun tiba di kos hampir jam 7 malam. Pas mau pesan makan di Go-jek, baru ingat kalau saya masih punya kupon diskon Harkulnas. 😀

Kupon Harkulnas 2018. foto oleh Rizky Almira
Kupon Harkulnas 2018. foto oleh penulis

Masa berlakunya hanya sampai hari ini. Sayang banget kalau enggak digunakan. Lumayan bisa hemat dalam pemesanan banyak. Hitung-hitung buat obat kecewa karena keterlambatan kereta Malioboro Express sore ini.

Kupon potongan tersebut saya dapatkan pada tanggal 05 Mei kalau enggak salah. Kuponnya senilai Rp 20,000 dengan ketentuan minimum belanja Rp 50,000. Terus kupon yang didapat oleh masing-masing pengguna berbeda. Teman saya ada yang dapat kupon potongan KFC dan Jank Jank Wings. Saya kurang tahu algoritma Go-Jek itu pakai history order atau secara acak ngasih kuponnya.

kupon Harkulnas 2018. foto oleh rizky almira
kupon Harkulnas 2018. foto oleh penulis

Tanpa pikir panjang langsung pakai dah kuponnya. Sudah lapar banget. Loving Hut adalah kedai makan vegetarian. Saya sudah beberapa kali pesan makanan lewat Go-Food kalau sedang malas ke kedainya.

Makanannya cukup enak. Seringnya saya memesan paket reguler dengan pilihan nasi putih atau merah. Lalu bisa memilih maksimal 3 sayur. Loving Hut memasak sayur berbeda setiap hari meskipun tidak semunya. Nah, kali ini saya ingin memesan yang agak berbeda dari biasanya.

menu recommended dari Loving Hut. foto oleh rizky almira
menu recommended dari Loving Hut. foto oleh penulis

Saya memesan Ocean Sunshine Burger yang harganya Rp 26,000 dan Fancy Nut Satay dengan harga Rp 26,000 juga. Ongkos kirim saat itu adalah Rp 6,000 dan total tagihannya dipotong Rp 20,000. Enggak sampai 40 menit, Bapak Go-Jek sudah tiba.

Yay! Makanannya tiba. foto oleh penulis
Yay! Makanannya tiba. foto oleh penulis

Ini kemasan untuk Fancy Nut Satay. Kira-kira seperti apa ya penampakan isinya?

fancy nut satay by loving hut. foto oleh rizky almira
fancy nut satay by loving hut. foto oleh penulis

Fancy Nut Satay berisi 4 tusuk sate terus ada bumbu kacang, selada, jeruk limau dan kemasan plastik yang berwarna hitam pekat itu saya lupa mencicipi. Entah kecap asin atau soy sauce, saya kurang tahu. 😀

Satenya empuk, bentuknya seperti jamur tiram yang digepuk sampai lembut tetapi rasanya seperti kedelai. Rasanya enak, sayangnya cita rasanya cenderung manis. Lidah saya agak berontak. 😦

bumbu kacang untuk sate ala loving hut. foto oleh rizky almira
bumbu kacang untuk sate ala loving hut. foto oleh penulis

Terus kacang pada bumbu diulek kasar dan dicampur dengan cabai. Rasanya lucu, menurut saya lebih mirip dengan rasa bumbu pecel. Meskipun hanya 4 tusuk, tetapi cukup mengenyangkan. Sayang sekali saya enggak bisa memaksa lidah buat suka dengan rasa bumbunya. Rasanya manis-manis gimana gitu. Lalu makanan kedua ada Ocean Sunshine Burger.

Ocean Sunshine Burger ala Loving Hut. foto oleh rizky almira
Ocean Sunshine Burger ala Loving Hut. foto oleh penulis

Di keterangan yang tertera di menu sih burgernya ada fish vegan yang dibuat dari kedelai dan dibentuk seperti irisan daging. Lalu ada telur tiruan yang bentuknya benar-benar seperti telur mata sapi.

ocean sunshine burger. foto oleh rizky almira
ocean sunshine burger. foto oleh penulis

Sayurnya melimpah banget, mulai dari selada, kubis dan wortel. Tidak lupa burger vegan ini juga menggunakan mayones yang pastinya vegan friendly. Rotinya lembut banget dan sayurnya pun masih segar. Gara-gara sayurnya melimpah, saya agak repot saat menyantap burgernya. Sayur jatuh kesana kemari cuy. 😀

Rasa burger ini cukup lah ya. Sayangnya enggak ada saus sambal nih. Terus lidah saya kurang cocok sama rasa mayonesnya yang menurut saya agak asam. (dasar lidah jawa)

Di Yogyakarta, kedai Loving Hut ada 2 lokasi yakni di Jalan Moses Gatotkaca dan Demangan. Keduanya sama, namun saya kok lebih cocok dengan masakan Loving Hut Ekspress yang ada di Jalan Moses Gatotkaca ya. Menurut saya rasa makasan di sana lebih pas.

Harga menu di Loving Hut sendiri rata-rata Rp 20ribu ke atas. Wajar sih kalau makanan di Loving Hut lumayan mahal soalnya bahan baku masakannya benar-benar organik, segar dan tidak menggunakan MSG. Paling pol ya pakai kaldu jamur. Terus di sini menunya animal free –ya iyalah, namanya juga kedai vegan. Namun ada paket yang enggak bikin kantong kamu jebol. Tersedia paket reguler, harganya Rp 11ribu. Terjangkau kan?

Apakah saya akan memesan lagi kedua menu di atas? Tentunya kalau ada promo lagi. Hahaha. Soalnya menu favorit saya di Loving Hut belum terganti sih. Kesukaan saya enam bulan terakhir ini ada paket reguler dengan sayur tumis daun pepaya, jantung pisang pedas, orak arik kembang tahu, plus soy satay. Uwenak! 😀

 

 

 

 

 


Rating :
Aksesibilitas — ♥♥♥♥♥♥♥♥ (8/10)
Harga — ♥♥♥♥♥♥♥♥ (8/10)
Kebersihan — ♥♥♥♥♥♥♥♥ (8/10)
Rasa — ♥♥♥♥♥♥♥♥ (8/10)
Kemasan — ♥♥♥♥♥♥♥♥ (8/10)
Pelayanan — ♥♥♥♥♥♥♥♥♥ (9/10)
Skor : 8,1/10

“Disclaimer : Tulisan ini semata-mata untuk berbagi informasi dengan pembaca. Untuk penilaiannya subyektif berdasarkan sudut pandang penulis. 🙂 “

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s