story nasihat dari orang lewat oleh rizky almira

Nasihat dari Orang Lewat

Tuhan perhatian dengan banyak cara. 🙂

Saya pernah mengalami ini, gelisah banget dengan masa depan. Merasa nothing, useless, enggak bisa berkembang dengan segala kemampuan yang ada. Rasa khawatir pun muncul dan kadang terlalu berlebihan. Saking cemasnya jadi kurang bergairah dalam menjalani rutinitas.

“Duh, masa aku begini-begini aja ya.”

“Argh, stress sama pekerjaan sekarang. Rindu aku yang dulu!”

“Pengin resign aja deh terus freelance yang penting happy.”

Pikiran cemas itu pun menjalar kemana-mana. Saking keruhnya, saya kurang bisa berpikir jernih untuk menentukan sebuah pilihan. Rasanya ingin segera resign jadi setiap hari yang saya lakukan adalah mencari kembali lowongan pekerjaan yang saya banget. Nyatanya saya masih bingung sebenarnya yang saya cari selama ini apa? Dan perlu kamu tahu, mencari pekerjaan baru itu tidak semudah mencoba resep masakan baru yang seringnya hasilnya sesuai dengan harapan.

Saya bergegas masuk ke gerbong ekonomi kereta Malioboro Ekspress setelah berpamitan dengan Bapak Ibu. Mata saya tak lepas memandangi deret nomor mencari di mana saya harus duduk.

“Nomor berapa, Mba?”

“Nomor 5D, Pak.” jawab saya sambil tersenyum.

“Duduk sini aja, nanti kalau ada orangnya ya tinggal pindah tempat duduk saja.”

Saya menuruti kata-kata Bapak itu yang kalau diamati mungkin usianya sebaya dengan Bapak saya.

“Mau kemana, Mba?”

“Mau ke Jogja, Pak.”

“Dalam rangka apa kesana? Mau main?”

“Saya kerja di sana, Pak.”

“Oh, gitu. Kerja di mana?”

“Kerja di salah satu perusahan internet, bidangnya jasa, Pak.”

“Udah lumayan besar perusahaannya?”

“Ya lumayan, Pak.”

Awalnya saya merasa kurang nyaman ketika ditanya ini itu. Kesannya kayak kepo dengan kehidupan pribadi. Sementara ini saya masih meladeni pertanyaan Bapak itu, mulai dari tempat asal, latar belakang pendidikan saya. Saya berusaha keras untuk menjawab semua pertanyaannya dengan nada ramah.

“Kamu sudah betah di sana? Enggak ingin coba lamar di tempat lain?”

Pertanyaan sederhana namun bikin saya geragapan untuk menjawabnya. Sebelumnya Ibu juga sempat melontarkan pertanyaan serupa.

“Mencari sebuah pekerjaan itu harus bisa dijadikan sebagai jaminan sampai hari tua kita nanti.”

“Jadi harus cari yang terbaik.” tambahnya.

Petuah singkat itu membuat saya kembali merenungi keresahan selama ini. Apa yang saya cari selama ini? Kalau dipikir-pikir benar juga ya. Kita memang bebas memilih sesuka hati mau jadi apa, mau bekerja sebagai apa, mau memilih jalan yang mana, itu mah bebas. Tetapi kita tidak pernah bebas dari resiko sebuah pilihan.

Tuhan Maha Baik. Dia memberikan nasihat-nasihat melalui orang lewat yang saya temui dalam sebuah perjalanan. Seperti melihat cahaya dari lilin di tengah ruangan yang gelap.

Jujur, saya kadang gusar. Mau kemana lagi kaki ini melangkah? Saya khawatir terlena dengan keadaan yang ada saat ini. Bukannya tidak mensyukuri dengan apapun yang ada. Ini berbeda ya. Saya takut karena nyaman, saya malas untuk bergerak. Padahal setiap orang punya mimpi. Bahkan banyak mimpi yang menanti untuk saya jemput.

Bertemu dengan orang random kemudian memberikan petuah tidaklah hanya sekali ini, dulu saat saya gelisah selepas lulus SMA juga pernah bertemu orang dalam perjalanan saya ke Surabaya untuk mengikuti ujian tulis masuk perguruan tinggi. Seorang Bapak memberi pesan disela cerita hidupnya, keluarganya, pengalaman karirnya,

“Kuliah jurusan apapun sama saja. Banyak orang-orang di sekitar Bapak yang pekerjaannya berbeda sekali dengan latar belakang pendidikannya.”

Dan saya pun mantap dengan pilihan jurusan yang saya ambil. Meskipun orang-orang agak sangsi dengan masa depan lulusan jurusan tersebut, saya sudah terlanjur memantapkan hati. 🙂

Kamu pernah enggak sih mengalami cerita di atas? Ketika kamu sedang gelisah tentang apapun itu, tanpa sengaja bertemu dengan orang-orang dan mengajak kamu ngobrol sesuatu yang ternyata itu menjawab kegelisahan hatimu. Dari pengalaman di atas, saya belajar untuk tidak selalu cuek dengan sekitar. Meluangkan waktu untuk terhubung dengan orang-orang yang ada di sekeliling. Kalau jeli, kamu akan mendapat jawaban atas kegelisahan.

Karena masing-masing orang punya pengalaman dan pandangan yang berbeda, cerita-cerita dari mereka lah yang bisa memberi insight baru untuk membantu kita mempertimbangkan langkah baru apa yang akan diambil. Prinsipnya, dengarkan semua nasihat baik dari siapapun itu dan tetap saring mana yang sesuai dengan diri kita. 🙂

2 thoughts on “Nasihat dari Orang Lewat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s