wordpress.com atau wordpress.org (self-hosting)

Pilih WordPress.com atau WordPress.org (Self-Hosting) ya?

Semoga setelah membaca ini, kamu dapat pencerahan untuk memilih.

Sejujurnya, saya ini gaptek soal wordpress. Namun karena bulan lalu saya nyobain wordpress.org (self hosting) kemudian impulsif ingin balik lagi ke wordpress.com jadi saya paham sedikit-sedikit lah perbedaan antara keduanya. Siapa tahu kamu sedang cari referensi dan tulisan ini bisa membantu –seenggaknya sedikit membantu. Hehe.

Saya tuh sudah akrab dengan blogging sejak di bangku kuliah. Sempat gonta-ganti platform dan ujung-ujungnya hapus blog karena malu lama-lama kok isinya sampah semua. Kemudian tahun 2015 saya migrasi dari tumblr ke wordpress.com dan mulai rajin nulis baru sekitar setahun yang lalu. Merasa kurang puas pakai yang gratis, saya tergoda upgrade ke versi premium.

Tujuannya sederhana supaya rajin nulis gara-gara ogah rugi sudah bayar buat sewa hosting selama setahun. Sekalian bisa praktik seluk beluk SEO, pikir saya. Saking galau mau pilih wordpress.com atau wordpress.org (self-hosting), saya memberanikan diri buat gangguin Mas Pandu, cari tahu dan meminta sarannya –terima kasih banyak sudah mau saya repotkan. 😀

Saya pun mantap beli domain dan paket hosting di Dewa Web sesuai dengan rekomendasi Mas Pandu. Ohya, apa sih bedanya antara domain dan hosting? Kalau domain itu adalah alamat unik yang diberikan buat mengindetifikasi alamat sebuah website di internet. Sedangkan hosting sendiri adalah tempat buat nampung data seperti file, gambar, video dan lain-lain yang diperlukan oleh sebuah website. Fungsinya kayak sebuah harddisk pada sebuah komputer lah.

Mencicipi WordPress.org Self-Hosting

pilihan paket hosting DewaWeb
pilihan paket hosting DewaWeb

Begitu buka Dewaweb.com langsung disodori buwanyak pilihan. Saya pilih paket hosting Hunter dengan pertimbangan dapat fitur yang sesuai dan yang pasti enggak mahal-mahal banget. Kebetulan saya beli beberapa hari setelah libur Lebaran dan sedang ada promo jadi lumayan bisa hemat sekian puluh ribu. Total belanja waktu itu seharusnya 400ratus ribuan, saya cukup membayar Rp 300ribuan sudah dapat domain dan tetek bengeknya. Masa langganan untuk setahun.

Kelebihannya
  • Bisa install plugin buat keperluan SEO, seperti Yoast!
    Yass. Plugin 
    seperti Yoast! ini yang bisa dipakai buat mendongkrak jumlah pengunjung ke website. Bisa memasukkan kata kunci dengan lebih spesifik, bisa menganalisa artikel yang ditulis read-able apa enggak sampai memperbaiki meta description (itu lho kalimat singkat yang muncul di bawah link yang muncul pada google pages). Terus masih banyak lagi plugin lain yang antri buat dipasang.
  • Theme gratisnya buwanyak dan bagus-bagus.
    GilsTheme gratis yang tersedia buat wordpress.org bagus-bagus. Banyak theme yang sederhana tetapi elegan gitu.
  • Tersedia opsi permalink pada menu Setting
    Permalink
    ini fungsinya buat atur link website saat dibagikan ke media sosial. Bebas pilih mau https://rizky-almira.com/2018/07/08/blabla atau https://rizkya-almira.com/blablabla . Terserah!
  • Bisa lebih hemat
    O, jelas banget. Kalau pilih wordpress.org (self-hosting) bisa dapat harga hampir separuh daripada sewa hosting di wordpress.com langsung.
  • Bisa atur sesuka hati sesuai selera
    WordPress.org (self-hosting) memungkinkan pemilik site eksplorasi sebanyak mungkin. Mau lepas pasang theme, plugin, customize ina inu. Bebas dari hampir semua kekangan!
Kekurangannya
  • Bisa transfer semua data (posts, comments dan likes) dari blog lama, tapi tidak dengan followers.
    Meskipun bisa diintegrasikan dengan wordpress, bisa import data dari blog lama dan hasilnya sama persis kecuali featured image tiap post hilang jadi kalau kamu anaknya perfeksionis pasti risih dan gatel mau perbaiki satu per satu. Ya kalau posts masih sedikit, kalau posts sudah buwanyak? PR juga.
  • Kapasitas memory terbatas
    Karena ukuran dari plugin dan theme yang sudah dipasang saja lumayan makan memory. Belum lagi tulisan yang kamu unggah banyak file gambar atau video. Sebenarnya bisa diakali dengan resize gambar sebelum diunggah atau bisa upgrade ke paket hosting yang kapasitas memory lebih besar. Tapi ya gitu harus siap-siap merogoh kocek lebih dalam.
  • Nasib situs setelah tidak lanjut sewa hosting 
    Namanya juga manusia ya, siapa tahu berubah pikiran pas di tengah jalan. Terus enggak mau perpanjang sewa hosting-nya. Situs blog yang dibangun mungkin bisa hilang atau masih bisa diakses tetapi enggak bisa diapa-apain lagi. Cuma bisa menikmati senyumnya yang manis tapi tak bisa bisa memilikinya. Halaah.

Balikan dengan WordPress.com 

pilihan plan wordpress.com
pilihan plan wordpress.com

Belum ada sebulan jalan bareng wordpress.org (self-hosting), tiba-tiba saya ingin balik pakai wordpress.com. Gara-gara blog yang lama ada post yang potensial dan terlanjur ada yang nangkring di halaman pertama mesin pencarian (terima kasih lho tidak jijik karena saya kepedean. Haha). Saya juga enggan berpisah dengan teman-teman blogger lain yang selama ini saya ikuti –alasan macam apa ini, sebenarnya bisa sih follow ulang mereka satu persatu hanya saja sudah terlanjur malas.

Setelah mengajukan refund ke bagian billing DewaWeb.com dan berhasil diproses, saya segera pilih plan yang disediakan oleh wordpress.com. Saya pilih paket personal dengan membayar sekitar 700ribuan.

Kelebihannya
  • Untuk server dan keamanan sudah terjamin.
    Jadi enggak perlu cemas kalau sewaktu-waktu blog tidak bisa diakses gara-gara server down.
  • Cocok buat yang ingin praktis.
    Penggunaannya enggak ribet seperti wordpress.org (self-hosting) yang harus install ina inu. Setting ina inu.
  • Setelah upgrade plan tidak ada yang berubah dengan blog kecuali penambahan fitur berbayar.
    Setelah sites ter-setup begitu berhasil bayar, tidak ada banyak perubahan dengan blog kamu. Jumlah followers tetap utuh. Paling cuma ada tambahan fitur-fitur berbayar. Untuk personal plan sih perubahan yang ada di dashboard enggak terlalu signifikan.
  • Storage lebih besar
    6Gb lumayan lah. Apalagi kalau data di blog sudah buwanyak.
  • Kalau enggak perpanjang plan, fitur-fiturnya saja yang hilang.
    Nah, ini yang penting. Kalau suatu hari nanti saya tidak ingin perpanjang sewanya, wordpress.com hanya akan menghilangkan fitur-fitur berbayar dan akan dikembalikan ke basic.
Kekurangannya
  • Pilihan theme gratisnya terbatas
    Sebenarnya ada sedikit rasa sesal waktu balikan sama wordpress.com ini. Pilihan theme gratis cuma itu itu saja. Lama sekali waktu pemilihan theme-nya sebelum akhirnya menemukan yang saya rasa paling cocok.
  • Fiturnya terbatas
    Bayangan saya, personal plan ini memungkinkan saya buat pasang plugin yang populer ternyata harus upgrade dulu ke plan diatasnya. Sedih nggak sih? Pait…pait…Hahaha. Selain enggak bisa pasang plugin seenaknya, opsi permalink pun tidak tersedia. Link jadi kurang ringkas. Sebenarnya bisa diakali dengan short link sih.
  • Lebih mahal cuy
    Wah, poin ini jelas banget. Sudah tahu kan selisih total kalau pakai keduanya berapa rupiah? Jadi enggak perlu saya jelasin lagi ya.

 

Setelah bahas kelebihan dan kekurangan masing-masing platform, aslinya mah kedudukan keduanya hampir sama. Semua tuh kembali pada kebutuhan dan tujuan bikin. Kalau kamu sudah aktif menulis blog sudah lama dan traffic-nya yang lumayan, saya menyarankan buat sewa hosting langsung di wordpress.com. Karena kalau pakai wordpress.org (self-hosting) itu sama saja dengan membangun situs blog baru. Memulai dari nol.

Sebenarnya semua data di blog lama bisa ditransfer ke blog baru. Terus situs yang lama diatur privat atau langsung hapus. Tapi itu ribet, ini bagi saya lho. Hehehe. Pada akhirnya semua kembali pada kamu, selamat memilih. 🙂

 

“Disclaimer : Tulisan ini semata-mata untuk berbagi informasi dengan pembaca. Untuk penilaiannya subyektif berdasarkan sudut pandang penulis. 🙂 “

 

10 thoughts on “Pilih WordPress.com atau WordPress.org (Self-Hosting) ya?

  1. Brkali kali galau mau upgrade, abisnya alasannya cuma pengen ngilangin tulisan .wordpress nya doang 😂
    Temen aku ada yg abis upgrade gt kok followersnya pada ilang semua gitu ya kak? Apa itu karena engga ditransfer datanya?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s