ayam bakar arto moro

Ayam Bakar Arto Moro Palagan Yogyakarta

Jarak dan dinginnya malam enggak mampu menghalangi niat kami motoran ke Jalan Palagan demi seporsi ayam bakar Arto Moro.

Saya masih ingat hari itu adalah hari-hari terakhir Ayi –teman sekantor– bekerja sebelum boyongan ke Cilacap dan melangsungkan pernikahan. Sepulang dari kantor dia berencana buat bikin pasfoto di studio yang enggak jauh dari kantor. Saya pun ikut dan berinisiatif mengajak makan bareng nanti sepulangnya dari studio, selain kami berdua ada pula si Mufi –teman sekantor juga– ikut. Eh… enggak tahunya Dinka juga ikut. Senang deh kalau personel lengkap gini. 😀

Kami mau makan Ayam Bakar Arto Moro. Sebenarnya ini adalah kali pertama saya makan di sana, sebelumnya cuma take away mengandalkan ojek online. Lokasinya lumayan jauh cuy kalau dari tempat tinggal saya. Kadang mager juga kalau BM terus ingin makan di sana. Nah, mumpung pada pengin makan di sana, apapun akan dihadapi meskipun jauh dan hawanya yang super dingin.

Lokasi Ayam Bakar Arto Moro ini ada di Jalan Palagan, warungnya pas di pinggir jalan. Saat itu rute yang dipilih Jalan Kaliurang – Jalan Damai. Beuh, tahu enggak sih hawa di daerah situ kalau makin dalam semakin dingin. Mana saya lupa enggak bawa jaket. Ditambah kami sempat nyasar, harusnya ke kiri eh ambil ke kanan. Sampai melewati Jalan Gito Gati arah ke Alun-alun Denggung. Hahaha. Beruntungnya Ayam Bakar Arto Moro masih buka dan stok ayamnya masih melimpah.

Ayam Bakar Arto Moro
Ayam Bakar Arto Moro

Langsung deh tanpa basa-basi busuk kami memilih ayam, jangan lupa pilih ayam yang ukurannya besar biar enggak rugi jauh-jauh datang kemari. Hahaha. Untuk ayamnya bisa memilih mau yang pedas atau enggak pedas. Kalau saya sih pilih yang pedas dong, soalnya ini adalah menu andalannya. Bumbu ayamnya yang berwarna merah membara itu lho bikin saya semakin lapar. (Ini saya nulis juga sambil menelan ludah. 😀 )

menu di Ayam Bakar Arto Moro
menu di Ayam Bakar Arto Moro

Apa aja menu-menu lain yang ada di sana? Nyoh… saya kasih daftar menunya. Saya sih baru pernah mencoba ayam pedasnya saja. Kalau sayur asem, tempe goreng, tahu goreng belum pernah. Untuk nasi silakan ambil sendiri, bebas mau menambah berapa kali. Sampai perutmu begah juga tetap dihitung satu porsi.

suasana di Ayam Bakar Arto Moro
suasana di Ayam Bakar Arto Moro

Warung Ayam Bakar Arto Moro ini juga nyaman kok. Bernuansa Jawa – Klasik. Suasananya enak buat makan bareng –calon– keluarga kamu. Selain itu juga tempatnya cukup bersih. Karena waktu itu sudah sekitar jam 9 malam, jadi pelanggannya cuma saya dan teman-teman. Ohya, ada satu bapak-bapak makan sendirian di area depan. Kurang tahu ya, kalau jam-jam makan itu ramainya seperti apa.

Ayam Bakar Arto Moro
Ayam Bakar Arto Moro

Akhirnya waktu makan pun tiba. Saya langsung ngacir bawa piring ke meja di mana magic com nangkring. Makan di sini paling nikmat pakai tangan. Selain bisa cowel-cowel daging dari tulang ayam sampai bersih, jari kamu bisa kira-kira nasinya sudah cukup aman belum buat disuap ke mulut. Dari pada lidah kamu terbakar gara-gara nasinya masih panas.

Seporsi ayam bakar arto moro dan nasi putih hangat bisa banget bikin kami anteng. Antara hanyut dalam kenikmatan ayam bakarnya atau masing-masing sedang balas dendam karena dari tadi nahan lapar. Hahaha. Manisnya bumbu ayam itu sangat pas. Pedasnya masih bisa dinikmati dan enggak nyiksa. Meskipun lama-lama sekitar bibir saya terasa panas. Wah… parah.

Makan nasi dengan bumbu ayamnya aja sudah bikin lahap buat makan. Tekstur ayamnya itu lho lembut, level kematangannya juga pas. Dagingnya gampil banget dipisah dari tulangnya. Saking lekoh pas makan sampai enggak kerasa ambil nasi sudah dua kali. Terus langsung berhenti begitu sadar perut ini mulai begah saking kenyangnya. Mulut masih aja pengin ngunyah tapi perut sudah enggak kuat nampung. Saya jadi lupa kalau tadi sempat kedinginan. Perut sudah kenyang dan pedasnya menghangatkan. Siap untuk bergegas pulang dan tertidur pulas. 😀

Aduh, saya mau deh kalau diajak buat makan di sini besok-besok. Semoga cita rasanya stabil enak terus. Peringatan buat yang enggak begitu doyan pedas, tapi ingin nyobain jangan lupa siapin penangkalnya ya. Biar perutmu aman keesokan harinya. 😀

 

 

 


Rating :
Aksesibilitas — ♥♥♥♥♥♥♥♥♥ (9/10)
Harga — ♥♥♥♥♥♥♥♥♥ (9/10)
Kebersihan — ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥ (10/10)
Rasa — ♥♥♥♥♥♥♥♥♥ (9/10)
Suasana — ♥♥♥♥♥♥♥♥♥ (9/10)
Pelayanan — ♥♥♥♥♥♥♥♥♥ (9/10)
Skor : 9,1/10

“Disclaimer : Tulisan ini semata-mata untuk berbagi informasi dengan pembaca. Untuk penilaiannya subyektif berdasarkan sudut pandang penulis. 🙂 “

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s