soto bathok mbah karto

Soto Bathok Mbah Karto, Satu Kurang Dua Baru Pas

Mampir Soto Bathok Mbah Karto, warung hit di dekat Candi Sambisari.

Jujur saja, hari ini tuh baru kali kedua saya makan di sini. Sebenarnya Soto Bathok ini sudah enggak asing buat saya, karena beberapa teman sekosan dan sekantor ada yang ketagihan buat sarapan soto di warung Mbah Karto. Padahal lokasinya cukup jauh kalau dari tempat tinggal saya dan teman-teman.

“Besok deh aku mau nyobain soto bathok, sekalian gowes.” ujar saya pada Dinka. Mumpung besok libur, pikir saya.

Jumat kemarin saya bangun sepagi mungkin dan nekat mengayuh sepeda melewati jalanan Ringroad Utara dengan rute Jalan Pasekan – Jalan Cambisari. Sebelum berangkat sebenarnya agak mager mau gowes kesana, tetapi ya sudah lah. Belum mencoba masa mau nyerah. Lha gimana? Ngebayangin naik sepeda di jalan besar dan ramai aja lututnya tiba-tiba agak lemas. 😀

Waktu pertama kali kesana sempat kesasar ke tengah kampung. Padahal sudah ngandelin Gmaps. Payah sekali. Selang belasan menit, saya pun bisa kembali ke rute yang benar. Benar saja dari jauh sudah kelihatan parkir Soto Bathok Mbah Karto yang ramai. Kali kedua saya kesini pun suasananya sama. ramai sekali. Seingat saya hari ini malah lebih ramai.

“Yakin nih kita mau makan di sini?” tanya Mba Jay.

“Yakin lah.” jawab saya sambil tersenyum.

Ramainya di area parkir memang bikin jiper orang buat mampir. Tapi yakin saja masih ada meja kosong buat makan. Soalnya dua kali berturut-turut makan di sini selalu kebagian meja kosong begitu selesai pesan soto. Sabar, kalau kamu kesini ternyata harus antri dan menunggu pelanggan lain selesai makan dan cabut. 

"sabar" - kaleng kerupuk di Soto Bathok Mbah Karto
“sabar” – kaleng kerupuk di Soto Bathok Mbah Karto

“Mba Jay mau pesan soto berapa porsi?”

“Kamu berapa?”

“Aku dua.”

“Ya udah, aku dua juga deh.”

Gara-gara hasutan Mufi dan Dinka akhirnya saya selalu memesan dua porsi sejak pertama kali makan di sini. Ya iyalah, satu porsi masih kurang dua baru pas. Hahaha. Apalagi kamu sudah jauh-jauh demi menikmati soto bathok, rugi kalau cuma pesan seporsi. Mba Jay pun ikut-ikutan pesan dua porsi. Bayangkan saja kami berdua baru gowes sampai Candi Plasosan dan sepertinya dia sudah kelaparan level akut.

Enaknya makan di sini tuh enggak khawatir menunggu lama pesanan diantar. Begitu dapat tempat duduk langsung deh beberapa menit kemudian pesanan sudah mendarat di depan kamu. Sudah terbukti.

soto bathok mbah karto
soto bathok mbah karto

Soto mbah Karto ini ciri khasnya adalah kuah bening dengan isian daging sapi yang dipotong dadu, toge, irisan seledri, taburan bawang goreng yang disajikan dengan nasi putih. Kalau di Yogyakarta biasanya disebut soto segar. Soto yang dimasak tanpa santan dan bumbunya pun cukup sederhana. Bumbunya kalau tidak salah terdiri dari bawang merah, bawang putih, sereh, daun jeruk, lengkuas, kunyit. Rasa kuahnya begitu ringan.

Buat yang lidahnya biasa makan soto daging yang bersantan ya mungkin rada aneh saat mengudap soto ini. Tetapi semua kembali ke selera pribadi ya. Hehehe. Untuk lauk pendamping saya pesan tempe goreng dan sate usus. Tempe adalah lauk favorit. Memang pas kalau di makan sama sotonya. Asinnya tempe menambah gurihnya kuah soto. Sate ususnya sama saja kok dengan sate-sate yang ada di penjual soto lain.

daftar harga di soto bathok mbah karto
daftar harga di soto bathok mbah karto

Harganya sangat terjangkau kok. Seporsi soto itu 5ribu rupiah. Murah kan? Wajar saja kalau pesan seporsi rasanya masih kurang kenyang. Harga lauk pendampingnya juga masih masuk akal. Saya senang makan di sini, bukan soal rasa makanannya sih tetapi karena suasananya enak buat sarapan bareng yang santai. Pelayanannya juga sangat ramah dan cukup cepat.

Mbah Karto kreatif banget ya, bisa kepikiran menyajikan soto pakai bathok kelapa. Suatu hari nanti kalau sedang berkunjung ke Yogyakarta, bisa banget lho mampir makan kesini buat ngincip sotonya Mbah Karto sekalian main ke Candi Sambisari. 😀

sekilas info dari soto bathok mbah karto
sekilas info dari soto bathok mbah karto

Buat kamu yang rumahnya di Yogyakarta bagian utara atau Yogyakarta coret alias Magelang dan sekitarnya bisa banget buat nyobain soto bathok Mbah Karto cabang lain yang lokasinya enggak jauh dari Candi Mendut, Muntilan. Btw, saya jadi penasaran kenapa Mbah Karto senang sekali berjualan di dekat Candi ya? Hahaha.

 

 

 


Rating :
Aksesibilitas — ♥♥♥♥♥♥♥♥ (8/10)
Harga — ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥ (10/10)
Kebersihan — ♥♥♥♥♥♥♥♥ (8/10)
Rasa — ♥♥♥♥♥♥♥ (7/10)
Suasana — ♥♥♥♥♥♥♥♥♥ (9/10)
Pelayanan — ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥ (10/10)
Skor : 8,6/10

“Disclaimer : Tulisan ini semata-mata untuk berbagi informasi dengan pembaca. Untuk penilaiannya subyektif berdasarkan sudut pandang penulis. 🙂 “

 

4 thoughts on “Soto Bathok Mbah Karto, Satu Kurang Dua Baru Pas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s