Modem Wifi Smartfren M6

Review: Modem Wifi Smartfren M6

Setelah jadi pengguna selama sebulan, kini tiba saatnya untuk review

Sebagai budak konten, ecie… bukan, enaknya sebut sebagai pencerita saja ya (wqwq), koneksi internet adalah kebutuhan pokok selain pangan dan colokan. Papan mah bisa menumpang di rumah orang tua. LOL. Sebulan ini, saya menggunakan modem wifi dari Smartfren dengan tipe M6. Sebelumnya saya ingin bercerita, ada lika-likunya sebelum saya bertemu mifi ini.

Demi bisa berinternet ria di rumah, saya sempat mengajukan permohonan pemasangan Indihome yang merupakan produk dari Telkom Indonesia. Nah, berhubung rumah saya di kaki gunung Kelud –yang notabene jauh banget dari jalan raya provinsi– jadi belum tersedia jaringan fiber optic.

 

Mau tahu lokasi rumah saya? Cek titik merah di atas
Mau tahu lokasi rumah saya? Cek titik merah di atas

 

Pas awal kepindahan dari Yogyakarta ke Blitar, saya dibantu Mas Pandu untuk pengajuan pemasangan Indihome, ia memberi nomor hp seorang sales dari Telkom yang pekerjaannya memang mengurusi pemasangan Indihome. Setelah menyetor data (foto KTP, nomor HP, dll), permohonan pemasangan pun diterima. Sayangnya saat jadwal pengecekan lokasi, saya sedang keluar kota. Menunggu 2 hari, 4 hari, sampai akhirnya seminggu lebih, petugas tidak kunjung datang dan menghubungi. Sempat ngeluh pada sales yang menangani pengajuan saya, setelah konfirmasi sana sini ternyata memang di desa saya belum tersedia jaringannya.

Di rumah –lebih tepatnya di sebelah rumah–tersedia wifi gratis milik kantor Kepala Desa. Hanya saja kecepatan internetnya labil, huhuhu. Hasil dari kepo, kantor sebelah rumah tidak berlangganan internet dari telkom tetapi menggunakan jasa pemasangan wifi yang tarifnya mulai 100ribu per bulan. Itu lho yang pasang pipa antena dan biasanya tinggi banget. Pipa antena tersebut dipasang di atas atap dan ujung pipa antena terdapat sebuah alat.

 

Ilustrasi antena internet hotspot
Ilustrasi antena internet hotspot

 

Saya pun nyari-nyari penyedia jasa serupa. Bertemulah dengan Mas Andri —nama samaran– untuk proses pemasangan pipa antena internet hotspot ini. Biaya pemasangan antena dan segala tetek bengeknya sangat mahal, hampir 2 juta. Eh, ndilalah, saya kena tipu. Uang mukanya dikorupsi oleh masnya. Kok tahu? Kebetulan Pak Arik, tukang pasang wifi yang dapat mandat handle antena dan mengaktifkan internet di rumah mengadu pada Bapak saya. Oh, teganya. Nggak takut kena azab atau gimana?

Sudah jalan sebulan, ternyata koneksi internet belum juga stabil. Saya pun geram, padahal tiap bulan bayar 150ribu untuk paket internet dengan kecepatan 2 Mbps. Ya kalau dibanding dengan Indihome, kecepatan internetnya jauh berada di bawah. Kecepatan Indihome mah minimum 10 Mbps. Rejeki anak saleh, beberapa waktu berikutnya saya dapat perdana internet Super 4G Smartfren gretongan. Untungnya smartphone saya dual sim, jadi bisa pasang di salah satu.

Kirain di rumah saya bakal nggak ada sinyal, ternyata cukup banyak dan kecepatan internetnya lumayan. Tuhan Maha Baik, bulan berikutnya dapat fasilitas untuk menggunakan Smartfren M6 ini dan saya telah menggunakannya selama sebulan.

paket voucher super 4G
paket voucher super 4G, selengkapnya silakan klik di sini

 

Paket Super 4G mana yang saya pakai? Untuk bulan pertama saya membeli paket 60ribu, dapat kuota 15 GB untuk 24 jam bonusnya kuota malam 15 GB. Koneksi internet dari Mifi, saya gunakan untuk 1 laptop, 1 android, kadang smartphone adek juga nebeng. Eh, begitu cek kuota ternyata masih ada sisa kuota yang ya lumayan lah. Saya heran, kok kayaknya nggak habis-habis ya kuotanya. Nih buktinya, H-1 masa berlaku habis masih ada sekitar 3 GB.

 

Bukti penggunaan setelah sebulan
Bukti penggunaan setelah sebulan

 

Lalu kemarin saya beli voucher Super 4G lagi tapi kali ini saya upgrade ke paket 100ribu biar dapat kuota sekitar 30 GB. Sudah sebulan ini saya tidak pernah berlangganan paket data untuk smartphone saya, jadi semua gadget bergantung pada koneksi internet dari Mifi. Jadi bisa dibilang kebutuhan internet saya jadi lebih hemat, karena dibantu juga dengan wifi gratis di kantor jadi nggak 24 jam pakai koneksi internet dari Mifi.

 

Nota pembelian paket untuk Smartfren M6
Nota pembelian paket untuk Smartfren M6

Lumayan hemat kan kalau bujet buat internet hanya Rp 100ribu per bulan, sudah termasuk untuk koneksi internet buat laptop. Selama ini ketika blogging, update media sosial, dan lain-lain via laptop, penggunaan koneksi internetnya full dari Mifi. Ohya, sebelum pakai Mifi saya sempat tethering dari smartphone. Imbasnya ya baterai smartphone jadi lebih cepat terkuras. Kalau Mifi ini cukup tahan lama, baterai 100% bisa saya gunakan mulai dari jam 1 siang hingga keesokan paginya dalam keadaan nyala terus menerus. Mifi ini bisa bertahan sekitar 20 jam lho.

Gimana sih kecepatan internetnya? Ketika saya test kecepatan di rumah saya, paling mentok sekitar 10 Mbps, pas apes ya paling hanya sekitar 2 – 3 Mbps. Kecepatan internet dari Smartfren ini sangat bergantung lokasinya ya. Di bawah ini hasil test kecepatan internet tadi pagi sebelum saya berangkat bekerja. Bagi saya, kecepatan internet segitu sudah cukup sih. Toh saya masih bisa mendengarkan musik dari Spotify tanpa macet dan sambil buka-buka yang lain tentunya.

 

Kecepatan per 5 April 2019
Kecepatan per 5 April 2019

 

Berdasarkan pengalaman, saya menarik kesimpulan tentang perbandingan antara penggunaan Mifi Smartfren M6, IndiHome, dan internet hotspot sebagai berikut:

 

No. Jenis Plus Minus
1 Mifi Smartfren M6 – Harga paket yang direkomendasikan mulai 60ribu/bulan
– Kecepatannya stabil, bahkan up to 30 Mbps di beberapa lokasi
– Praktis dan bisa dibawa kemana-mana
– Kapasitas baterai terbatas untuk kurang lebih 20 jam saja
– Pembelian voucher paket super 4G hanya bisa dilakukan di outlet
– Lokasi sangat mempengaruhi kelancaran internet dan nggak semua daerah ada sinyal smartfren

 

2 Indihome – Kecepatannya minimum 10 Mbps
– Biaya pemasangannya gratis
– Harga paket termurah mulai 270ribu/bulan
– Area pemasangan terbatas
3 Hotspot Internet – Harga paket termurah mulai 100ribu/bulan
– Area pemasangan tidak terbatas
– Pemasangannya mahal, pengalaman saya pasang ini habis sekitar 1,8juta
– Kecepatan internet maksimum 2 Mbps
– Kurang stabil

 

Nah, sementara itu dulu ya review Mifi Smartfren M6 dari saya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk kamu dan kamu dan kamu dan seterusnya. Hehehehe.

8 thoughts on “Review: Modem Wifi Smartfren M6

    • Lho, emang mbaknya berdomisili di mana? Jaringan fiber optic juga belum tersedia juga? hehehe, tosss dulu ya kita. Salam kenal, terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca 🙂

      Like

  1. Dari dulu udah nunggu2 nih review dari mba kiki~ setelah pindahan aku ga ada wifi gratis lagi, mau pasang ind*h*me kok kerasa mahalnya kalau cm dipakai buat di rumah aja dan cuma berdua. Akhirnya aku mantap deh pake smartfren juga mba, wkwk. Terus aku beli modem mifi yg bolt (maklum mifi yg dr smarfren masih mahaaal T.T.) aku isi paket yang 30gb ( 15 gb – 15 gb), baru 2 hari pakai dan sejauh ini puasss ♥️ thanks reviewnya mba kikii

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s