Pengalaman Pertama Naik KA Prameks

Sore itu saya menumpang KA Brantas dari Kediri dengan tujuan Semarang Poncol tetapi karena saya kadang begitu impulsif, saya memutuskan untuk turun di Solo Jebres. Pasukan ojek menyambut saya di pintu keluar, tanpa berpikir panjang saya langsung duduk manis di balik punggung salah satu tukang ojek.

“Ke Solo Balapan ya Pak… Ongkos e pinten?” (Ongkosnya berapa?) 

“Lima belas ribu aja…”

“Nggak boleh kurang lagi Pak?” saya mencoba menawar.

Rego biasane sak mono lho…” (Tarif biasanya segitu)

Nggih pun..” (ya sudah…)

Tukang ojek yang saya tumpangi langsung tancap gas tanpa memberi saya sebuah pengaman kepala alias helm, sempat khawatir jika ada polisi yang memergoki kami di persimpangan jalan karena kami tidak menjadi pengguna jalan yang baik.

Dengan lihainya ojek melipir dan memotong jalan raya seolah-olah jalan itu milik kakeknya (ngeri…). Ternyata jarak antara Solo Jebres dan Solo Balapan cukup jauh, menggunakan jasa ojek adalah pilihan tepat dibanding menggunakan jasa becak.

Saya berjalan menuju pintu masuk Solo Balapan dengan harap-harap cemas, pasalnya kereta api yang saya tumpangi mengalami keterlambatan sekitar 1 jam lebih dari jadwal seharusnya karena kerusakan salah satu gerbong penumpang, saya tiba di Solo Balapan kurang lebih pukul 18.30 WIB sedangkan jadwal KA Prameks pukul 18.55 WIB. Rasa cemas pecah begitu saya mendapati loket KA lokal masih melayani penjualan tiket KA Prameks.

“Tiket prameks tujuan Jogja mbak…” pinta saya kepada petugas loket.

“Untuk satu orang?” tanya petugas loket.

“Iya betul..”

“Terima kasih..” ucap saya sembari menerima secarik kertas kecil yang merupakan tiket KA Prameks.

image

Saya ikut membaur dengan penumpang lain yang sedang antri untuk boarding pass. Ini adalah pengalaman pertama saya menginjakkan kaki di Solo Balapan dan menumpang KA Prameks. Saya tak begitu menikmati momen itu karena saya tergesa-gesa masuk ke dalam gerbong kereta. Saya merasa beruntung, hujan turun saat saya baru menempelkan pantat di bangku yang masih kosong. Sebelum kereta berangkat, saya menyempatkan untuk menikmati setiap sudut bangunan Solo Balapan dari balik jendela.

Kesan pertama naik KA Prameks adalah dingin, dingin ini disebabkan oleh AC kereta yang kebetulan berfungsi dengan baik (hehehe), kedua adalah bersih seperti naik kereta di luar negeri, dan yang terakhir adalah tepat waktu.

Tepat di hadapan saya ada penumpang yang sepertinya sebaya dengan bapak saya, Bapak itu menyandarkan kepala di jendela dan tertidur dengan pulas. Tanpa sadar saya juga menyandarkan kepala di jendela dan akhirnya semua gelap.

“ Mohon perhatian sebentar lagi KA Prameks akan tiba di Stasiun Lempuyangan…” suara petugas KA Prameks yang lantang sanggup membangunkan saya.

Akhirnya sampai juga di Yogyakarta 🙂