Suka Duka Jadi Penumpang Kereta Api Ekonomi

“Naik kereta api tuutt…tuuuttt…tuuutt…siapa hendak turun.. ke Bandung, Surabaya…”

Bagi kalian yang lahir di tahun 90an pasti telinga kalian sudah akrab dengan lagu tersebut ya..

Kereta api merupakan salah satu alat transportasi massal dan sudah beroperasi di Indonesia sejak jaman kolonial, tetapi kita hanya bisa menjumpainya di pulau Jawa dan Sumatera. Sampai saat ini kereta api di Indonesia melayani rute dekat (lokal) sampai rute jauh (antar provinsi) dan gerbong penumpang kereta api dibagi menjadi 3 kelas yaitu; kelas I (Eksekutif), kelas II (Bisnis), kelas III (Ekonomi). Perbedaan masing-masing kelas yang paling mencolok selain tarif sekali jalan yaitu sarana atau fasilitas yang ada di dalam gerbong, mulai dari tempat duduk, kabin, bentuk jendela dan fasilitas tambahan lain.

Bagi yang gemar melakukan perjalanan (seperti saya) dan memiliki budget yang minim pasti pernah memilih kereta api ekonomi untuk menuju suatu tempat. Di samping tarif yang relatif terjangkau, ternyata alasan lain menggunakan transportasi umum ini ialah karena ingin santai agar dapat menikmati sebuah perjalanan. Kereta api dirasa lebih tepat waktu daripada memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum lain seperti bus atau jasa travel. Menurut saya, selalu ada cerita atau pengalaman saat naik kereta api ekonomi baik itu suka maupun duka. Nah, saya akan membahas dukanya dahulu, readers

  • Dukanya menjadi penumpang kereta api ekonomi

a. Fasilitas terbatas

Tarif tiket yang relatif murah jangan harap mendapatkan fasilitas yang wah. Tempat duduk di kereta api ekonomi jelas berbeda dengan tempat duduk yang ada di eksekutif ataupun bisnis. Tempat duduk berhadapan dan memiliki formasi 2-3 membuat ruang gerak penumpang sangat minim. Tempat duduknya pun tak se-empuk yang ada di gerbong kelas lain, apalagi mendapat fasilitas berupa selimut atau bantal gratis seperti di eksekutif. Di dalam gerbong juga tersedia terminal listrik (colokan) seperti gerbong di kelas lain, namun hanya tersedia 2 colokan di antara dua kursi, jadi harus bergantian dengan penumpang lain yang duduk di samping kita. Antri ya, jangan sampai rebutan. hehehe

b. Sering ngaret

Menurut saya, saat kita naik kereta api ekonomi dan jadwal berangkat-tiba sesuai dengan jadwal yang tertera di lembar tiket adalah suatu keberuntungan. Hal itu disebabkan jalur kereta api yang hanya satu dan digunakan secara bergantian. Maklum saja kalau kereta api ekonomi sering berhenti (mengalah) untuk menunggu dan mempersilahkan kereta api eksekutif atau bisnis mendahului. Selain itu karena kereta api ekonomi memiliki rute yang lebih banyak dari kelas lain, kereta ini lebih sering berhenti di stasiun kecil untuk menurunkan dan menaikkan penumpang, serta tidak bisa dipungkiri jika di tengah jalan salah satu gerbong atau lokomotif mengalami kerusakan akibat human error, hal teknis ini juga dapat menyebabkan molornya kereta tiba di stasiun tujuan.

c. Aroma yang… !@#$%^&

Fasilitas yang terbatas, pengharum yang ada di dalam gerbong mungkin juga terbatas jadi kadang aroma yang bersumber dari toilet umum di ujung gerbong tak dapat teratasi. Aroma yang menusuk dan mengganggu pernafasan alias bau. hahaha

Rasanya kurang adil jika saya hanya membahas dukanya saja, nah, berikut ini saya akan mengupas hal-hal yang menyenangkan saat kita menjadi penumpang kereta api ekonomi.

  • Sukanya jadi penumpang kereta api ekonomi

a. Murah meriah

Ini adalah poin nomer wahid yang masuk dalam pertimbangan memilih kereta api ekonomi dan tidak perlu saya jelaskan lagi.

b. Bertemu teman baru

Tempat duduk yang saling berhadapan membuat kita (mau tidak mau) berinteraksi atau sekedar basa-basi dengan penumpang lain yang memiliki berbagai macam karakter. Ada yang memiliki karakter yang sangat menyenangkan, menyenangkan, cukup menyenangkan, biasa saja, agak menjengkelkan, dan sangat menjengkelkan. Apabila bertemu penumpang lain yang asyik itu adalah suatu keberuntungan (lagi) karena membuat perjalanan kita terasa lebih singkat dan akhirnya (bisa) berteman sampai nanti, barangkali jadi juga (bisa) jadi teman akrab dan siapa tahu itu jodoh. hahaha

c. Melatih mental

Yap! Naik kereta api ekonomi melatih mental kita baik itu secara langsung maupun tidak secara langsung. Fisik terlatih jadi lebih tangguh, sigap dengan apapun yang terjadi selama di atas kereta. Melatih kita untuk tidak malu bertegur sapa dengan penumpang lain, apalagi kalau kita bepergian sendiri.

d. Melatih kesabaran

Ternyata ada hikmah yang dapat diambil dari molor-nya jadwal kereta api yaitu melatih kesabaran kita. Berlatih untuk tidak banyak mengeluh dan menikmati setiap momen.

Begitulah suka duka jadi penumpang kereta api ekonomi versi saya, bagi yang belum pernah naik kereta api ekonomi jangan takut untuk menjadi salah satu penumpangnya apalagi kalau masih muda. Mumpung masih muda, coba segala hal baru di sekitarmu. Jangan lupa berdoa di awal perjalananmu agar dapat sampai tempat tujuan dengan selamat 🙂